Oase Iman Buya Yahya
"Nasehat Untuk Putriku"
Wahai putriku, aku masih teringat masa kecilmu, tampak kepolosanmu
tanpa dosa. Terlintas dibenakku sebuah makna tanggung jawab. Dirimu pun
akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Dan tanpa terasa
engkau telah di ambang kedewasaan. Tergugah kesadaranku bahwa tiba-tba
dirimu dalam suasana yang amat menghawatirkan. Engkau berada pada zaman
kejayayan iblis dan bagundal-bagundalnya
dari bangsa manusia yang setiap saat siap hancurkanmu dengan segala
yang dimilikinya. Zaman dengan budayanya dan zaman dengan
pelaku-pelakunya.
Maafkan aku dan mohonkan aku ampun kepada
Allah jika ternyata aku pun kurang serius memperhatikanmu. Aku telah
lalai membekalimu hal-hal yang amat kau butuhkan kelak di akhirat. Aku
jarang memperkenalkanmu kepada Allah dan Rasulullah SAW. Sekolah yang
aku pilihkan untukmu hanya sekolah yang menghantarmu berbangga dengan
dunia tanpa aku imbangi dengan pendidikan agama, yang sebenarnya lebih
engkau butuhkan. Bahkan, Aku sering sodorkan padamu hal-hal yang
membahayakanmu. Aku telah memasukkan pesan dan bisikan musuh-musuhmu ke
rumahmu. Aku telah hadirkan dalam kehidupanmu potret moral yang busuk
melalui layar televisi yang kau nikmati setiap saat. Aku pun telah
membakalimu dengan handphone kontrol iblis yang senantiasa menyertaimu
yang sebenarnya justru menyulitkanku untuk mengawasimu. Bahkan aku pun
sering tidak peduli dengan perkembangan akhlakmu setiap saat. Aku hanya
memikirkan kebutuhan lahirmu, makan, minum, baju dan tempat tinggal.
Sementara kebutuhan hati dan jiwamu yang menghantarmu ke dalam
kebahagiaan dalam keabadian di akhirat tidak pernah aku pikirkan. Bahkan
kadang baju yang kubelikan pun baju yang mengundang nafsu pengikut
iblis. Aku sering menjadi orang dungu yang hanya bisa bengong melihat
dirimu berdandan untuk membangkitkan hawa nafsu budak iblis.
Kecemburuanku kadang hilang dan menjadikan diriku kurang berarti bagimu.
Wahai putriku bantulah aku untuk mengembalikan kemuliaan pada dirimu.
Maafkan aku jika saat ini aku berbeda dengan hari yang lalu. Kemarin aku
lemah dan dungu yang amat membahayakanmu. Dan hari ini aku telah
menyadari bahwa aku harus meninggalkan kedunguan dan kelemahanku demi
kemulyaan dan kejayaanmu kelak diakhirat.
Aku tidak ingin disebut
tolol dan dungu dengan pendidikanmu yang tidak membawa keselamatanmu di
akhirat. Aku tidak mau di bilang bodoh melihat pakainnmu yang separoh
hati kau kenakan, sebagian badanmu tertutup dan sebagian lagi terbuka.
Aku tidak ingin kau dihinakan oleh mata jalang hamba hawa nafsu. Maka
perhatiakan bahwa dirimu harus kau mulyakan. Berdandanlah dengan
dandanan yang berwibawa dihadapan perampok-peramopok kehormatan.
Jadikanlah mereka takut mendekatimu dan jera jika mereka berusaha
menjailimu. Jangan kau rendahkan dirimu dengan kau umbar tubuhmu disana
sini. Sebab jika dirimu tidak bisa menghargai dirimu sendiri maka orang
lainpun tidak menghargaimu.
Kemulyaanmu wahai putriku pada
kepribadianmu. Jika engkau berwibawa dan mulya maka lelaki jalang hamba
hawa nafsupun akan enggan mendekatimu. Senyummu amat mahal jangan kau
berikan kepada semua orang sebab tidak semua orang tahu nilai senyummu.
Suaramu pun adalah nilai dirimu. Jangan bersuara yang mengundang nafsu
di hadapan bagundal iblis sehingga mereka meremehkanmu. Telah banyak
gadis-gadis seumurmu telah direndahkan oleh mereka. Lihatlah di
sekitarmu, anak gadis sebaya denganmu telah tenggelam dalam kenistaan.
Harga dirinya telah digadaikan dengan karir dan ketenaran..
Putriku,
Sungguh itulah bahasa cinta dan kasihku yang engkau butuhkan saat
ini.Aku sadar bahwa engkau saat ini sudah tidak butuh orang tua yang
hanya bisa memanjamu. Akan tetapi saat ini engkau butuh orang tua yang
mendidikmu dan menuntunmu kepada kemulyaan.
Jangan heran jika aku kadang cerewet wahai putriku dan songsonglah masa depanmu dengan kemulyaan.
Wallahu a'lam bishshowab
♥ Muslimah ♥
Jumat, 13 September 2013
Selasa, 09 April 2013
SURAT CINTA UNTUK MU . . . YA RASULALLAH
SURAT CINTA UNTUK MU . . . YA RASULALLAH
Lebih bagus darimu Ya Rasulullah …
Sungguh mata ini tak pernah melihatnya
Lebih tampan darimu Ya Rasulullah
Tak seorang wanitapun yang pernah melahirkannya
Engkau terlahir dengan tanpa cela
Engkau terlahir tanpa satupun kekurangan
Karna engkaulah, sebaik-baik mahluk ciptaan Allah
Ya Rasulullah … Betapa rindu hati ini tuk bertemu dengan mu
Betapa kami ingin melihat senyummu
Tapi … apa yang bisa kami banggakan
Belum pantas kami mengaku menjadi pecintamu
Diri ini penuh dosa, hati ini penuh nista
Akan engkau anggapkah kami sebagai umatmu
Akankah engkau sambut tangan ini dengan
Hati yang penuh cinta
Akankah kau lihatkah kami dengan mata penuh kasih
Akankah kau tersenyum pada kami dengan penuh kebanggaan
Akankah … akankah … akankah … ??
Beribu Tanya dalam jiwa
Resah hati ini
Gundah gulana tanpa tau jawabnya . . .
Betapa kami takut kau berpaling dari kami
Betapa kami takut kau menjauh dari kami
Betapa kami takut kau tak mengenali kami
Disaat kami memanggilmu di padang mahsyar
Ya Rasulullah … Ya Rasulullah … Ya Rasulullah …
Ketika badan bermandi peluh
Ketika tubuh bersimbah darah
Ketika mentari diatas kepala
Ketika kami mulai putus asa
Kau menjauh … Menjauh tinggalkan kami
Tidak … Tidak … Ya Rasulullah …
Kami ingin kau giring kami sebagai umatmu
Kami ingin cintamu
Kami ingin mendapat syafa’atmu
Kami ingin kau hilangkan haus kami
Dengan seteguk air dari telagamu
Ya Rasulullah … dengarkanlah . . . dengarkanlah . . .
Kami ucapkan shalawat dan salam kepadamu saat ini
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Rasulullah
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Nabiyallah
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Habiballah …
Sambutlah salam dari kami, yang kami ucapkan
Dengan setulus hati ini
Jadikanlah ini bukti cinta kami
Yang dapat kami persembahkan
Untuk menggapai cintamu, dan ridho Ilahi …
Ummu Zahra’
http://www.youtube.com/watch?v=LWa6zItMuug&list=UUfXH6otMU1rJM9AHBjqBCrw&index=1
Lebih bagus darimu Ya Rasulullah …
Sungguh mata ini tak pernah melihatnya
Lebih tampan darimu Ya Rasulullah
Tak seorang wanitapun yang pernah melahirkannya
Engkau terlahir dengan tanpa cela
Engkau terlahir tanpa satupun kekurangan
Karna engkaulah, sebaik-baik mahluk ciptaan Allah
Ya Rasulullah … Betapa rindu hati ini tuk bertemu dengan mu
Betapa kami ingin melihat senyummu
Tapi … apa yang bisa kami banggakan
Belum pantas kami mengaku menjadi pecintamu
Diri ini penuh dosa, hati ini penuh nista
Akan engkau anggapkah kami sebagai umatmu
Akankah engkau sambut tangan ini dengan
Hati yang penuh cinta
Akankah kau lihatkah kami dengan mata penuh kasih
Akankah kau tersenyum pada kami dengan penuh kebanggaan
Akankah … akankah … akankah … ??
Beribu Tanya dalam jiwa
Resah hati ini
Gundah gulana tanpa tau jawabnya . . .
Betapa kami takut kau berpaling dari kami
Betapa kami takut kau menjauh dari kami
Betapa kami takut kau tak mengenali kami
Disaat kami memanggilmu di padang mahsyar
Ya Rasulullah … Ya Rasulullah … Ya Rasulullah …
Ketika badan bermandi peluh
Ketika tubuh bersimbah darah
Ketika mentari diatas kepala
Ketika kami mulai putus asa
Kau menjauh … Menjauh tinggalkan kami
Tidak … Tidak … Ya Rasulullah …
Kami ingin kau giring kami sebagai umatmu
Kami ingin cintamu
Kami ingin mendapat syafa’atmu
Kami ingin kau hilangkan haus kami
Dengan seteguk air dari telagamu
Ya Rasulullah … dengarkanlah . . . dengarkanlah . . .
Kami ucapkan shalawat dan salam kepadamu saat ini
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Rasulullah
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Nabiyallah
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Habiballah …
Sambutlah salam dari kami, yang kami ucapkan
Dengan setulus hati ini
Jadikanlah ini bukti cinta kami
Yang dapat kami persembahkan
Untuk menggapai cintamu, dan ridho Ilahi …
Ummu Zahra’
http://www.youtube.com/watch?v=LWa6zItMuug&list=UUfXH6otMU1rJM9AHBjqBCrw&index=1
Rabu, 28 November 2012
Mana Wajah Ceria yang Sesungguhnya ?
Mana Wajah Ceria yang Sesungguhnya ?
Suatu ketika ku duduk termenung
Tiba-tiba ku lihat mereka
Wajahnya masih belia
Remaja yang sedang ceria
Tawanya mengelak di seberang jalan sana
Ia pikir itu kebahagiaan yang tiada tara
Ya... Apakah remaja sekarang harus begitu keadaanya?
Bahagia, memang baik adanya
Wajahnya masih polos
Dan memang seharusnya polos untuk gadis seusia mereka
Tapi kini ku lihat cahaya memudar
Ah, tak seharusnya diri ini su'udzon pada manusia
Hampir setiap hari
Bahkan mungkin setiap malam
Tawanya itu, suara tawanya itu bukan lagi terdengar seperti keceriaan gadis seusia mereka
Tapi tawanya seperti menandakan hilangnya adab bagi remaja saat ini
Tak merasakah sikapnya itu menggangu orang disekitarnya ?
Bahkan keindahan seoarang wanita bisa hilang dari pandangan,
Satu, dua, tiga atau mungkin lebih
Gadis itu berkumpul diseberang sana
Manis-manis rupanya
Tapi manisnya bisa memudar bila akhlaknya tak lagi terpancar
Terlebih lagi beberapa lelaki pun terkadang ikut menyambut tawanya
Di sudut sana, tanah yang tandus
Rasanya lingkungan ini sudah tak aman atau tak nyaman ?
Panas, hatiku sungguh panas
Ini tanggung jawab kita, entah harus mulai darimana
Darimana aku harus menasihatinya
Bagaimana dakwah terindah yang harus sampai padanya
Tak usah jauh-jauh lihat kesana kemari
Coba tengok sisi samping kanan dan kiri kita
Rasanya umat ini lebih mementingkan perpecahan sesama muslim
Tanpa mau tau bagaimana membangun generasi muda selanjutnya...
Jangankan menengok kesana kemari, diri ini pun mungkin belum menjadi manusia yang baik...
Jangan salah paham, akupun belum menjadi yang baik..
Tapi cinta ini ya ukhti Fillah, sedih ku lihat wajah ceriamu memudar...
Astaghfirullah... Ampuni kami Ya Allah..
Gadis-gadis itu,
Aku rindu, kapankah ada suara lantunan ayat suci dari mulut mereka
Seperti perkampungan indah yang diceritakan dahulu kala
Bahkan aku masi merasakannya belasan tahun yang lalu
Dengan wajah ceria yang sesungguhnya
Pelukan Al-Qur'an di dadanya
Walaupun baru A (اَ) , Ba (بَ) , Ta (تَ), Tsa (ثَ)
Semangat ceria selalu membara
Harusnya seperti itu
Kapan harus dimulai lagi saat ini ?
Sudah hampir punah, miris memang...
Entah siapa yang salah...
Sementara ini ku hanya bisa berdo'a
Agar generasi muda ini mersa dirinya berharga
Coba lihat saudara kita di Gaza
Mereka mulia, tapi tak punya banyak waktu untuk tertawa
Semoga indahnya dunia bisa segera tiba
Oleh generasi muda yang mengejar Cita untuk akhiratnya...
Kirei's
♥ Muslimah ♥
Tawanya mengelak di seberang jalan sana
Ia pikir itu kebahagiaan yang tiada tara
Ya... Apakah remaja sekarang harus begitu keadaanya?
Bahagia, memang baik adanya
Wajahnya masih polos
Dan memang seharusnya polos untuk gadis seusia mereka
Tapi kini ku lihat cahaya memudar
Ah, tak seharusnya diri ini su'udzon pada manusia
Hampir setiap hari
Bahkan mungkin setiap malam
Tawanya itu, suara tawanya itu bukan lagi terdengar seperti keceriaan gadis seusia mereka
Tapi tawanya seperti menandakan hilangnya adab bagi remaja saat ini
Tak merasakah sikapnya itu menggangu orang disekitarnya ?
Bahkan keindahan seoarang wanita bisa hilang dari pandangan,
Satu, dua, tiga atau mungkin lebih
Gadis itu berkumpul diseberang sana
Manis-manis rupanya
Tapi manisnya bisa memudar bila akhlaknya tak lagi terpancar
Terlebih lagi beberapa lelaki pun terkadang ikut menyambut tawanya
Di sudut sana, tanah yang tandus
Rasanya lingkungan ini sudah tak aman atau tak nyaman ?
Panas, hatiku sungguh panas
Ini tanggung jawab kita, entah harus mulai darimana
Darimana aku harus menasihatinya
Bagaimana dakwah terindah yang harus sampai padanya
Tak usah jauh-jauh lihat kesana kemari
Coba tengok sisi samping kanan dan kiri kita
Rasanya umat ini lebih mementingkan perpecahan sesama muslim
Tanpa mau tau bagaimana membangun generasi muda selanjutnya...
Jangankan menengok kesana kemari, diri ini pun mungkin belum menjadi manusia yang baik...
Jangan salah paham, akupun belum menjadi yang baik..
Tapi cinta ini ya ukhti Fillah, sedih ku lihat wajah ceriamu memudar...
Astaghfirullah... Ampuni kami Ya Allah..
Gadis-gadis itu,
Aku rindu, kapankah ada suara lantunan ayat suci dari mulut mereka
Seperti perkampungan indah yang diceritakan dahulu kala
Bahkan aku masi merasakannya belasan tahun yang lalu
Dengan wajah ceria yang sesungguhnya
Pelukan Al-Qur'an di dadanya
Walaupun baru A (اَ) , Ba (بَ) , Ta (تَ), Tsa (ثَ)
Semangat ceria selalu membara
Harusnya seperti itu
Kapan harus dimulai lagi saat ini ?
Sudah hampir punah, miris memang...
Entah siapa yang salah...
Sementara ini ku hanya bisa berdo'a
Agar generasi muda ini mersa dirinya berharga
Coba lihat saudara kita di Gaza
Mereka mulia, tapi tak punya banyak waktu untuk tertawa
Semoga indahnya dunia bisa segera tiba
Oleh generasi muda yang mengejar Cita untuk akhiratnya...
Kirei's
♥ Muslimah ♥
♥ DariQU untuk SahabatQU ♥
♥ DariQU untuk SahabatQU ♥
Ada kalanya manusia terkotori karena kesalahan,
karena fitrahnya, ia tak kan sempurna, dan tak pernah bisa menjadi sempurna...
Ada kalanya manusia terkotori karena kesalahan,
karena fitrahnya, ia tak kan sempurna, dan tak pernah bisa menjadi sempurna...
Tapi dibalik sebuah kelalaian diri, makna yang harus dilihat adalah memandang kotornya diri ini, bukan memperhatikan kotornya orang lain...
Ya Allah Tutuplah aib kami di mata orang lain di dunia dan di akhirat...
Ya Allah Tutuplah aib orang lain di mata kami di dunia dan akhirat...
Ya Allah Bukalah aib kami, di mata kami sendiri, agar kami sadar atas segala kesalahan diri, dijauhkan dari kesombongan, terhindar dari melihat dan membuka aib orang lain serta semakin hari semakin ber-Muhasabah... aamiin
Maafkan aku bila ada salah...
Karena kapas tak selamanya putih, sesekali terbang melewati bumi tertiup angin...
Karena awan tak selamanya memutih, sesekali kelabu...
Karena kertas tak selamanya kosong, sesekali tercoret goresan pena...
Karena air tak selamanya bening, sesekali tercemari zat lainnya..
Karena kaca tak selamanya mengkilap, sesekali berdebu dan terkotori...
Karena aku hanya manusia yang penuh khilaf dan kelalaian..
Tapi semua itu bisa terjaga sedikit demi sedikit...
Kapas kan putih jika kau simpan rapih dalam tempat yang terjaga...
Awan kan putih jika hujan telah tersiram...
Kertas kan kosong jika goresan salah bisa terhapus...
Air kan bening jika kau jauhkan ia dari pencemaran...
Kaca kan bening dan tak berdebu, bila kau rajin mebersihkannya dengan penuh kelembutan dan kesabaran tanpa kau menggoreskannya...
Dan Aku bisa memperbaiki diri ini hanya dengan maaf dari sahabat semua...
Karena hidup kan indah jika kita meng-indahkan hidup ini ^_^
Shizuka Kirei
Ya Allah Tutuplah aib kami di mata orang lain di dunia dan di akhirat...
Ya Allah Tutuplah aib orang lain di mata kami di dunia dan akhirat...
Ya Allah Bukalah aib kami, di mata kami sendiri, agar kami sadar atas segala kesalahan diri, dijauhkan dari kesombongan, terhindar dari melihat dan membuka aib orang lain serta semakin hari semakin ber-Muhasabah... aamiin
Maafkan aku bila ada salah...
Karena kapas tak selamanya putih, sesekali terbang melewati bumi tertiup angin...
Karena awan tak selamanya memutih, sesekali kelabu...
Karena kertas tak selamanya kosong, sesekali tercoret goresan pena...
Karena air tak selamanya bening, sesekali tercemari zat lainnya..
Karena kaca tak selamanya mengkilap, sesekali berdebu dan terkotori...
Karena aku hanya manusia yang penuh khilaf dan kelalaian..
Tapi semua itu bisa terjaga sedikit demi sedikit...
Kapas kan putih jika kau simpan rapih dalam tempat yang terjaga...
Awan kan putih jika hujan telah tersiram...
Kertas kan kosong jika goresan salah bisa terhapus...
Air kan bening jika kau jauhkan ia dari pencemaran...
Kaca kan bening dan tak berdebu, bila kau rajin mebersihkannya dengan penuh kelembutan dan kesabaran tanpa kau menggoreskannya...
Dan Aku bisa memperbaiki diri ini hanya dengan maaf dari sahabat semua...
Karena hidup kan indah jika kita meng-indahkan hidup ini ^_^
Shizuka Kirei
Jumat, 31 Agustus 2012
"Selaksa Cinta Untuk Rasulullah.."
Cinta itu sebuah rasa yg Allah anugrahkan kepada kita..
Rasulullah.. Manusia pilihan Allah..
Kekaguman ku sebagai umat mu wahai Rasulullah SAW..
Walaupun mata ini tak pernah melihat rupamu...
Walaupun telinga ini belum pernah mendengar suara yg indah laksana suaramu wahai Rasulullah..
Tapi cinta ini begitu mendalam..
Jiwa ini terhanyut dalam kerinduan..
Hingga mulut dan hati ini...
Senantiasa terucap dan terukir sholawat serta salam untuk mu wahai Rasullah Muhammad SAW..
Berharap dan berharap dalam untaian do'a kepada Yang Maha Kasih..
Agar kita bisa menjadi umat yg mendapat syafa'at mu wahai Rasul.. aamiin Ya Rabb..
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad ..
♥ Cinta Rasul sampai titk darah penghabisan ♥
Walaupun telinga ini belum pernah mendengar suara yg indah laksana suaramu wahai Rasulullah..
Tapi cinta ini begitu mendalam..
Jiwa ini terhanyut dalam kerinduan..
Hingga mulut dan hati ini...
Senantiasa terucap dan terukir sholawat serta salam untuk mu wahai Rasullah Muhammad SAW..
Berharap dan berharap dalam untaian do'a kepada Yang Maha Kasih..
Agar kita bisa menjadi umat yg mendapat syafa'at mu wahai Rasul.. aamiin Ya Rabb..
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad ..
♥ Cinta Rasul sampai titk darah penghabisan ♥
Untaian Kata Menghargai Mama..
Butiran air mata itu..
itu kulihat.. tetesannya dipipimu..
aku tak bisa diam..
itu kulihat.. tetesannya dipipimu..
aku tak bisa diam..
aku tak bisa melihatnya begitu saja..
dan akupun meneteskannya pula..
tak sanggup ku lihat kau bersedih..
aku tak sadar kalau hal itu begitu menyakitimu..
padahal aku harap itu dapat membahagiakanmu..
wahai ummi.. butiran air mata mu itu begitu berharga untuk kau teteskan..
karna ketidak fahaman putrimu ini..
ternyata kau begitu menyayangiku..
sehingga kau tak rela aku berkorban untukmu..
padahal..apa yg aku korbankan..
sedikitpun tak terbalas atas semua kasih sayangmu..
walaupun dunia dan seisinya ku berikan untukmu..
menghargai seseorang itu dipelajari lewat hati..
dan aku mendapatkan ilmunya hari ini..
al afwu ya ummi..
dan akupun meneteskannya pula..
tak sanggup ku lihat kau bersedih..
aku tak sadar kalau hal itu begitu menyakitimu..
padahal aku harap itu dapat membahagiakanmu..
wahai ummi.. butiran air mata mu itu begitu berharga untuk kau teteskan..
karna ketidak fahaman putrimu ini..
ternyata kau begitu menyayangiku..
sehingga kau tak rela aku berkorban untukmu..
padahal..apa yg aku korbankan..
sedikitpun tak terbalas atas semua kasih sayangmu..
walaupun dunia dan seisinya ku berikan untukmu..
menghargai seseorang itu dipelajari lewat hati..
dan aku mendapatkan ilmunya hari ini..
al afwu ya ummi..
Kirei's
♥ Untaian Rindu Nyanyian Alam ♥
Kicauan burung nan riang tak mampu menghiburku..
Deru angin kencang tak mampu menyejukkan hatiku..
Hamparan bumi nan luas tak mampu menutupi rasaku..
Deru angin kencang tak mampu menyejukkan hatiku..
Hamparan bumi nan luas tak mampu menutupi rasaku..
Birunya langit ku harap tak jadi kelabu..
Indahnya malam yang ku harap gemerlap bintang..
Sampaikan rindu entah pada siapa..
Teruntai salam untuk kau yang ku tak tau ada dimana..
Sesak hati ini butuh ruang kosong untuk ku singgahi..
Tapi ku tersadar hanya Allah yang paling mengerti..
Suatu saat ku akan berjumpa denganmu nanti..
Ku tunggu kau di pucuk rindu tetesan embun pagi..
Meski tetesan yang sederhana tapi dinginnya menyejukkan jiwa..
Selalu ada, meski orang tak menyadarinya..
Tetesan embun nan sejuk buah karya malam nan indah..
` Kirei's `
Indahnya malam yang ku harap gemerlap bintang..
Sampaikan rindu entah pada siapa..
Teruntai salam untuk kau yang ku tak tau ada dimana..
Sesak hati ini butuh ruang kosong untuk ku singgahi..
Tapi ku tersadar hanya Allah yang paling mengerti..
Suatu saat ku akan berjumpa denganmu nanti..
Ku tunggu kau di pucuk rindu tetesan embun pagi..
Meski tetesan yang sederhana tapi dinginnya menyejukkan jiwa..
Selalu ada, meski orang tak menyadarinya..
Tetesan embun nan sejuk buah karya malam nan indah..
` Kirei's `
Ummi Ana Uhibbuki..
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillah..
Ummi ana uhibbuki..
Ummi.. sedari kecil..semenjak ku belum mengenal dunia ini..
Kau selalu membawaku kemana pun kau pergi..
Bagaimanapun keadaanmu …
kau tak pernah tinggalkan aku..
Bahkan melupakanku sedikitpun..
Sedetikpun..
Cintamu …selalu mengalir dalam darahku..
Hingga waktunya ku lahir ke dunia ini..
Kau yang mengajarkan aku segalanya…
Saat ku lahir, ku tau …ku hanya membuatmu susah..
Apa yang kulakukan selalu membuatmu berkorban..
Ku telah membangunkanmu yang terlelap saat ku haus..
saat ku lapar..
Kau selalu berusaha mengerti apa yang ku mau ketika ku menangis…
Ummi..kau selalu menghawatirkanku ketika ku sakit..
Bahkan… kau tak mempedulikan dirimu sendiri kala itu..yang kau pikirkan hanya keadaanku..
Terkadang ..kata-kata yang keluar dari mulut ini bagiku biasa saja, tapi mungkin membuatmu terluka…
Ummi…selalu kau maafkan semua sikapku dengan kasih sayangmu..
Ummi…
Kini putra-putrimu ,yang selalu membutuhkanmu ,
hingga saat ini… telah beranjak dewasa..
Dan cintamu pada buah hatimumu ini tak pernah luput sedikitpun..
Tak pernah lekang oleh waktu..
Ummi …putra-putrimu yang selalu kau sayangi..
Selalu kau banggakan..
Entah apa ummi..?apa yg bisa aku lakukan untuk membalas segala kebaikanmu..?
Untuk membuatmu bahagia di dunia hingga akhirat nanti..
Rasanya tak cukup segala isi dunia ini ku berikan untuk mebalas cintamu..
Ummi..ana uhibbuki..
Ummi.. mutiara terindah penghias dunia..
Wahai ummi yang ku sayangi..
Pandanglah putra-putrimu yang beranjak dewasa..
Putra-putri yang kelak akan menjadi khalifah juga dalam keluarga kelak..
Bahkan , putra –putri yg engkau harapkan bisa menjadi khalifah di bumi ini..
Dunia hingga akhirat..
Ummi..hanyalah do’a setulus cinta yang bisa ku berikan untuk kebahagiaanmu ya Ummi …didunia hingga akhirat..
Ummi..tiada seorang ummi di dunia ini yg cantik sepertimu..
Yang baik sepertimu..
Yang lembut tutur katamu..
Yang mulia akhlakmu..
Dan, yang setulus cintamu…Ummiku…
Ummi..kau yang mengajarkanku tentang cinta..
Ummi..putra-putrimu yg belum bisa mewujudkan mimpimu ini…
Sedang dirundung cinta..
Ummi ku sayang..
Aku takut jikalau ada sikapku yg tak pantas ku lakukan, menjadi penghalang amal ibadahku nanti…
Aku takut ummi..
Aku takut kau terluka..
Aku takut kau tersakiti..
Ummi.. banyak harapanmu untuk putra-putrimu yang belum ku kabulkan..
Maafkan aku ummi…
Ummi izinkan aku menjadi mutiara pengantar amal sholeh hingga akhirat Kelak
Ya Ummi…ana uhibbuki..
:’(
Rabu, 29 Agustus 2012
Dari Telinga Sampai ke Hati
Berhijab adalah sesuatu perintah yang mudah, memuliakan wanita, tapi
sulit untuk diterapkan bagi wanita itu sendiri. Hal itu sempat terjadi dalam
dirku, sebuah keragu-raguan yang timbul, ditengah zaman yang semakin hari
semakin banyak perubahan terutama dunia fashion yang sudah tidak lagi
memperindah wanita yang sesungguhnya. Aku bukan orang yang berhijab sejak lama,
tapi baru beberapa tahun ini. Berawal dari sebuah pengajian dari guru kami
tercinta di sebuah kota Udang, beliau dikenal "Buya Yahya" (
www.buyayahya.org ). Semenjak
hari itu beberapa tahun yang lalu, ketika aku baru beranjak ke bangku
perkuliahan. Ku dengar pengajian beliau pada saat Maulid Nabi Muhammad SAW di
Masjid dekat rumahku. Ini merupakan sebuah awal yang indah sebuah titik cahaya
yang terang untuk jalanku, meskipun mata hatiku belum terbuka ketika itu.
Untaian kata Dakwah yang terucap dari bibirnya, kata-kata itu begitu lembut,
meskipun dengan nada yang keras, tegas dan jelas, membuatku yang bodoh ini
terdiam dan termenung, teringat akan diriku yang berlumur dosa, tak ada setitik
ilmupun yang ku miliki untuk ku manfaatkan.
Sebuah kalimat yang menyentuhku, pada saat itu Buya mengatakan sebuah
kalimat indah, amat keras ditelinga tapi lembut menyentuh hati sampai kedalam
jiwa dan rasa ini,
Buya berkata : "Coba para orangtua lihat baju-baju putri kita, pakaian-pakaian yang mereka kenakan? yang ada di dalam lemari mereka, apakah yang dicintai oleh Rasulullah???!!"
Ternyata kata-kata beliau ini yang sering terlupakan oleh wanita zaman ini yang mengaku sebagai Muslimah untuk mencintai Rasulullah SAW. Termasuk aku saat itu, tapi kini Alhamdulillah, berkat rahmat Allah hingga detik ini aku berusaha sedikit demi sedikit menutup aurot bukan hanya untuk tubuhku, tapi berusaha menyinari jalan hidupku dengan kasih sayang Allah. Hingga aku bisa seperti ini, sampai detik ini kasih sayangNya disampaikan melalui perkataan dan do'a dari guru yang kucintai Buya Yahya "Dari telinga sampai ke Hati" dan ku berusaha menjaga keistoqomahan untuk selalu hadir di majelis Buya Yahya.
Buya berkata : "Coba para orangtua lihat baju-baju putri kita, pakaian-pakaian yang mereka kenakan? yang ada di dalam lemari mereka, apakah yang dicintai oleh Rasulullah???!!"
Ternyata kata-kata beliau ini yang sering terlupakan oleh wanita zaman ini yang mengaku sebagai Muslimah untuk mencintai Rasulullah SAW. Termasuk aku saat itu, tapi kini Alhamdulillah, berkat rahmat Allah hingga detik ini aku berusaha sedikit demi sedikit menutup aurot bukan hanya untuk tubuhku, tapi berusaha menyinari jalan hidupku dengan kasih sayang Allah. Hingga aku bisa seperti ini, sampai detik ini kasih sayangNya disampaikan melalui perkataan dan do'a dari guru yang kucintai Buya Yahya "Dari telinga sampai ke Hati" dan ku berusaha menjaga keistoqomahan untuk selalu hadir di majelis Buya Yahya.
Disela kesibukan ku, semenjak aku kuliah hingga lulus D3 Komputer
Akuntansi, dan saat kuliahpun aku aktif organisasi kampus, aku juga
menyempatkan kerja part time di sebuah Bimbel disela-sela waktu senggang, dan
akupun mengusahakan selalu untuk hadir ke majelis Buya Yahya, terutama tak lupa
berbakti pada kedua Orangtua. Aku juga mendapat beasiswa dari kampus sampai aku
lulus menjadi mahasiswi terbaik di kampusku. Setelah lulus aku langsung bekerja
di sebuah perusahaan yang cukup terkenal di bagian Hupmas yang selalu terjun
dengan masyarakat tanpa aku harus meninggalkan hijabku, disela kesibukan itupun
aku lanjutkan kuliah hingga lulus S1, dan aku tetap menyempatkan hadir ke
majelis ilmu,menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu di dunia maya juga berbagi
ilmu untuk teman-teman di Ponpes Al-Bahjah. Dariku "Waktu itu amat
berharga, manfaatkanlah sebaik-baiknya selagi kau mampu" dengan kesibukan
ini aku tetap berhijab, karena hijab adalah sebuah kemuliaan.
http://micrositetabloidnova.com/hijabers/detail/storycontest/72
Senin, 27 Agustus 2012
Warna Warni Kehidupan
Coba saja kau lihat...
Adakah di dunia ini manusia yang tak ingin hidupnya bahagia..?
Sesekali melamun...
Sesekali sedih...
Sesekali marah...
Tapi seringkali bahagia, dan kau tak sadar itu adalah kebahagiaan..
Sesekali gundah, tak tau apa yang di gundahkan..
Apa? apa? apa?
Bagaimana?
Kehidupan penuh tanya..
Jika tak ada sandarannya..
Maka kau bisa terjatuh..
Ada yang bisa bangkit kembali, ada pula yang membiarkan dirinya jatuh dalam kegundahan..
Tak ada manusia yang tahu garis hidupnya..
Yang sekarang terlihat baik belum tentu hingga nanti akan bertahan..
Dan yang kini terlihat buruk, mungkin suatu saat akan ada perubahan..
Hidup ini penuh warna...
Indah bila dipandang..
Hanya saja kadang menurutmu warna itu indah...
Tapi belum tentu indah bagi yang lain..
Pilih warna kehidupan yang baik untukmu..
Karena warna akan melukiskan keindahan dalam setiap langkahmu..
Jangan ragu untuk kau pilih warna terindah untuk kau goreskan pada tinta kehidupan..
Karena suatu hari nanti kau akan tersadar indahnya lukisanmu, mencerminkan indahnya hidupmu..
Warna yang kau petik dari rasa syukur...
Indah yang terlukis dari Rahmat Allah..
Warna Warni kehidupan akan Indah..
Seindah hidupmu.. Jika kau Menyadarinya...
`Shizuka Kirei`
(Coretan Gak Penting.. hehe)
Ketika Aku Tak Bisa Kau Timang
Rajutan Cinta Dalam Goresan Pena Untuk Mamah Tercinta
Suatu waktu ku duduk termenung..
Entah apa yang terfikir, entah apa yang dinanti..
Tiba-tiba terlintas wajah nan ayu, senyumnya yang manis, wajahnya yang penuh kasih..
Sekilas nampak bayang tetesan airmatanya mengalir menandakan kelembutan hati..
Mamah..
Bagiku kau sosok sempurnanya manusia..
Kadang aku tak sadar kalau marahmu itu kasih sayang teramat sangat untuk kami..
Wajar saja bila kau amat khawatir sedikit saja kakiku dilangkahkan..
Aku tau yang ada dalam fikiranmu..
Tapi kadang aku tak mau tau..
Jiwa muda kadang terlalu egois, berfikir dirinya yang terbaik..
Jika ku jauh, kau pasti memikirkan ku disana..
Jika langkahku pergi melebihi batas waktu, kau pasti menanti-nanti aku disana..
Jika aku tersenyum, terlebih lagi senyummu lepas lebih bahagia..
Tapi jika ku menangis, kau tak ikut menangis dihadapanku..
Yang kau tujukkan senyum kasih sayang, peluk cium nan hangat kau lekatkan erat..
Ketegaran kau rasuki dalam jiwaku, bahwa wanita tak boleh lemah..
Padahal ku tau, tangisku ini membuat hatimu lebih sakit dari diriku sendiri..
Kadang terlintas dalam hati ini mama..
Rasanya tangiskupun tak cukup membalas segala yang kau beri..
Wajar bila kau lebih selektif dibanding diriku sendiri..
Siapa temanku, kemana ku pergi, bahkan makanan yang masuk ke dalam mulutku ini..
Semua masi kau fikirkan..
Meski kau tau, ku kini telah dewasa..
Dan sedih pasti terlintas dalam hatimu..
Suatu hari nanti, putrimu tercinta nan manja..
Akan merajut kasih nan halal dengan sosok makhluk yang baru dikenal, bahkan ia tak tahu apa-apa sebelum dirimu..
Ketika aku tak bisa lagi kau timang..
Aku tau, kau akan merasa cinta putrimu terbagi..
Dan takutmu ini menjadikan sebuah pagar bak perisai yang melindungi diri pada sebuah peperangan..
Perang dalam hatimu, karena ku tau..
Sungguh kau tak ingin cintaku padamu terbagi..
Cemburumu mamah.. Kasih sayang teramat dalam..
Ku Kedipkan mata ini, ku pandang indah langit disertai bintang nan mungil bercahaya..
Ku berdo'a untukmu selalu..
Ya Allah, jangan kau jadikan aku manusia yang lalai terhadap cinta kedua orangtuaqu..
Karena Jika itu terjadi, maka sunggu aku adalah manusia yang sangat merugi..
Ya Allah, Jadikanlah mereka selalu kau limpahkan kesehatan serta keta'atan dalam umur yang panjang, bahagia dunia hingga Akhirat.. dan Jadikanlah aku.. pengantar bahagianya itu.. aamiin..
`Lamunan sepi dalam hati yang sunyi untuk Mamah tersayang.. Kasihmu nan Abadi`
~ Shizuka Kirei ~
Senin, 20 Agustus 2012
Muslimah on Facebook
Berbagi kebaikan menuju Mutiara Muslimah sejati penghias dunia... Karena Allah ta'ala...
Visit on Facebook http://www.facebook.com/pages/Muslimah/275415002532566
Visit on Facebook http://www.facebook.com/pages/Muslimah/275415002532566
Langganan:
Postingan (Atom)








